Caramakan.com – Membuat yogurt sendiri di rumah ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Tanpa mesin khusus dan tanpa daftar bahan yang panjang, yogurt bisa dibuat hanya menggunakan susu dan yogurt plain sebagai starter. Prosesnya memang membutuhkan waktu, tetapi sebagian besar waktunya justru digunakan untuk menunggu fermentasi bekerja.
Hasil akhirnya berupa yogurt dengan rasa asam yang lembut, tekstur creamy, dan bisa dinikmati bersama buah, granola, madu, atau berbagai topping favorit. Rahasia keberhasilannya terletak pada suhu susu dan proses fermentasi yang harus dijaga tetap hangat.
Dua Bahan untuk Yogurt Rumahan
Untuk membuat yogurt sederhana, siapkan 1 liter susu UHT full cream atau susu segar pasteurisasi. Susu full cream dapat memberikan tekstur yang lebih lembut dan creamy.
Bahan kedua adalah 2–3 sdm yogurt plain tanpa rasa yang mencantumkan kultur hidup atau aktif pada kemasannya. Yogurt inilah yang berfungsi sebagai starter untuk memulai proses fermentasi.
Jika menginginkan hasil lebih kental, tambahkan 2–4 sdm susu bubuk full cream atau skim. Namun, bahan tambahan tersebut bersifat opsional karena yogurt tetap bisa dibuat hanya dengan dua bahan utama.
Panaskan Susu, Jangan Sampai Meluap
Langkah pertama dimulai dengan memanaskan susu. Tuangkan susu ke dalam panci bersih, kemudian panaskan sambil diaduk perlahan hingga mencapai sekitar 85–90°C.
Susu tidak perlu sampai mendidih dan meluap. Pemanasan ini penting untuk membantu menghasilkan tekstur yogurt yang lebih kental setelah proses fermentasi selesai.
Setelah mencapai suhu tersebut, matikan api. Biarkan susu turun suhunya hingga berada di kisaran 40–45°C. Jika tidak memiliki termometer makanan, pastikan susu terasa hangat dan tidak panas menyengat ketika disentuh.
Masukkan Starter pada Suhu yang Tepat
Ambil sekitar ½ cangkir susu hangat, kemudian campurkan dengan 2–3 sdm yogurt plain. Aduk perlahan sampai starter tercampur rata.
Setelah itu, tuangkan campuran tersebut kembali ke dalam panci berisi susu. Aduk pelan hingga seluruh bahan menyatu.
Tahap ini tidak boleh dilakukan ketika susu masih terlalu panas. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kultur hidup dalam yogurt sehingga proses fermentasi tidak berjalan dengan baik.
Fermentasi Menjadi Kunci
Pindahkan susu yang sudah dicampur starter ke dalam stoples atau wadah kaca bersih yang telah disiram air panas dan dikeringkan. Tutup rapat, kemudian letakkan di tempat yang hangat dengan suhu sekitar 38–43°C.
Proses fermentasi dapat berlangsung selama 6–10 jam. Wadah sebaiknya tidak sering dibuka, digoyang, atau dipindahkan karena dapat mengganggu proses pengentalan.
Setelah teksturnya mulai mengental dan muncul aroma asam yang lembut, yogurt bisa dipindahkan ke kulkas. Diamkan setidaknya 4 jam agar teksturnya semakin set.
Bisa Dibuat Menjadi Greek Yogurt
Jika ingin tekstur yang lebih padat dan creamy, yogurt dapat disaring menggunakan kain bersih atau cheesecloth. Letakkan yogurt dingin di atas kain saring, kemudian simpan di kulkas selama sekitar 2–6 jam.
Cairan yang keluar disebut whey, sedangkan yogurt yang tertinggal akan menjadi lebih kental. Hasilnya menyerupai Greek yogurt yang cocok disantap dengan buah, madu, atau granola.
Tips agar Yogurt Tidak Gagal
Gunakan starter yang masih baik dan memiliki kultur hidup. Jangan menambahkan gula, madu, buah, atau selai sebelum fermentasi karena bahan tersebut sebaiknya dimasukkan setelah yogurt selesai dibuat.
Semakin lama proses fermentasi, rasa yogurt biasanya akan semakin asam dan teksturnya cenderung lebih padat. Setelah jadi, simpan yogurt dalam wadah tertutup di kulkas.
Menariknya, sebagian yogurt plain dari hasil yang berhasil dapat disisihkan untuk menjadi starter pada pembuatan berikutnya. Dengan begitu, membuat yogurt rumahan bukan hanya sederhana, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan hemat untuk menyediakan camilan segar di rumah.
