Caramakan.com – Kalau berbicara tentang kuliner khas Jawa Timur, rujak cingur menjadi salah satu hidangan yang punya karakter kuat. Sajian khas Surabaya ini bukan sekadar rujak yang berisi buah dan sambal, tetapi perpaduan cingur, sayuran, tahu, tempe, lontong, hingga pisang batu yang disatukan dengan bumbu petis bercita rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit asam.
Keunikan rujak cingur justru terletak pada keberanian mencampurkan berbagai bahan dengan tekstur yang berbeda. Ada cingur yang kenyal, sayuran yang segar, tahu dan tempe yang gurih, serta kacang yang memberikan sensasi renyah pada bumbu. Tidak heran jika makanan ini memiliki tempat tersendiri bagi pencinta kuliner tradisional Jawa Timur.
Cingur Menjadi Ciri Khas Utama
Sesuai namanya, bahan yang tidak boleh dilewatkan adalah cingur atau bagian moncong sapi. Sebanyak 300 gram cingur perlu dibersihkan dan direbus hingga empuk sebelum dipotong dadu atau diiris tipis.
Mengolah cingur membutuhkan sedikit kesabaran. Cingur dapat direbus selama sekitar 30 menit, kemudian air rebusannya dibuang. Proses tersebut bisa diulangi 2–3 kali untuk mengurangi lendir dan aroma prengus. Setelah itu, cingur direbus kembali menggunakan air baru hingga benar-benar empuk.
Jika ingin tekstur yang lebih gurih, cingur yang telah empuk dapat digoreng sebentar sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya. Hasilnya, bagian luar cingur terasa lebih nikmat sementara bagian dalamnya tetap kenyal.
Sayuran, Tahu, dan Tempe Melengkapi Sajian
Rujak cingur tidak hanya mengandalkan cingur. Kangkung, kacang panjang, dan taoge menjadi pelengkap yang memberikan kesegaran pada hidangan. Sebanyak 100 gram kangkung dan 100 gram kacang panjang cukup direbus sebentar agar teksturnya tidak terlalu lembek. Sementara itu, 100 gram taoge cukup diseduh menggunakan air panas.
Untuk menambah rasa gurih sekaligus membuat sajian lebih mengenyangkan, tahu dan tempe juga ikut dimasukkan. Sebanyak 150 gram tahu dan 150 gram tempe digoreng terlebih dahulu, kemudian dipotong dadu.
Ada pula pisang batu atau pisang klutuk muda yang menjadi salah satu pembeda rujak cingur dari rujak lainnya. Pisang ini dapat diparut kasar atau diiris kecil sebelum dicampurkan ke dalam bumbu.
Petis Menjadi Kunci Rasa
Setelah seluruh bahan siap, perhatian beralih pada bagian yang paling menentukan: bumbu. Siapkan 100 gram kacang tanah goreng, cabai merah, cabai rawit, 1 sdt terasi yang sudah dibakar sebentar, 2 sdm petis udang, gula merah, air asam jawa, dan garam.
Bumbu dapat diulek menggunakan cobek agar teksturnya tetap terasa. Cabai, terasi, garam, dan pisang batu diulek terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan kacang tanah dan tumbuk hingga agak halus, tetapi jangan sampai benar-benar lembut.
Petis udang kemudian ditambahkan bersama gula merah dan air asam jawa. Tuangkan air matang sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga mendapatkan kekentalan yang sesuai.
Di sinilah keseimbangan rasa menjadi penting. Rujak cingur yang nikmat biasanya memiliki perpaduan rasa asin dari petis dan garam, manis dari gula merah, asam dari air asam jawa dan pisang batu, serta pedas dari cabai.
Semua Bahan Diaduk Bersama
Setelah bumbu siap, cingur, kangkung, kacang panjang, taoge, tahu, tempe, dan pisang batu dimasukkan ke dalam cobek. Semua bahan kemudian diaduk hingga bumbu melapisi setiap bagian. Proses ini dikenal sebagai “urap” ala Surabaya.
Untuk penyajian, rujak cingur dapat ditemani lontong atau nasi sesuai selera. Setelah dipindahkan ke piring, tambahkan bawang goreng dan kerupuk sebagai pelengkap.
Rahasia Rujak Cingur yang Lebih Nikmat
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil akhirnya semakin lezat. Pertama, jangan melewatkan proses perebusan cingur dan penggantian air karena aroma cingur sangat menentukan hasil masakan.
Kedua, gunakan petis udang yang berkualitas karena bahan inilah yang memberikan karakter khas pada bumbu. Tekstur bumbu juga sebaiknya tidak terlalu halus agar kacang masih terasa ketika disantap.
Sementara untuk rasa pedas dan asam, jumlah cabai serta air asam jawa bisa disesuaikan dengan selera. Setelah semua bahan tercampur rata, rujak cingur sebaiknya langsung disajikan agar sayuran tetap terasa segar dan bumbu tidak terlalu lama meresap.
Dengan perpaduan bahan yang sederhana tetapi kaya rasa, rujak cingur menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Jawa Timur memiliki cara unik dalam menyatukan berbagai karakter makanan dalam satu piring.
