Caramakan.com |-Kabupaten Banyuwangi, sebuah kota di ujung timur Pulau Jawa, dikenal dengan kekayaan kulinernya yang khas dan unik. Daerah yang kerap dijuluki “The Sunrise of Java” ini bukan hanya menawarkan panorama alam yang memesona, tetapi juga sajian tradisional yang menggoda selera. Salah satu hidangan yang menjadi ikon daerah ini adalah Rujak Soto, sebuah perpaduan menarik antara rujak dan soto yang menciptakan rasa yang kaya.
Apa Itu Rujak Soto?
Rujak Soto adalah hidangan khas Banyuwangi yang memadukan kuliner soto dengan rujak. Rujak yang dimaksud adalah perpaduan bumbu dan beberapa isi rujak cingur yang khas dengan petis dan pisang batu. Sekilas terdengar tidak biasa—bagaimana mungkin kuah soto berpadu dengan bumbu rujak yang cenderung manis dan pedas? Namun justru di situlah daya tariknya.
Dalam satu piring Rujak Soto, kamu akan menemukan potongan tahu dan tempe goreng, sayuran rebus seperti kangkung dan tauge, serta lontong atau nasi sebagai sumber karbohidrat. Semua bahan tersebut disiram terlebih dahulu dengan bumbu rujak yang kental dan gurih. Setelah itu, kuah soto panas dengan aroma rempah khas Jawa Timur dituangkan di atasnya. Hasilnya adalah sensasi rasa kompleks—manis, gurih, pedas, sedikit asam, dan hangat dalam satu suapan.
Perpaduan ini bukan sekadar eksperimen rasa, melainkan warisan kuliner yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi. Rujak Soto kerap hadir dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga perayaan adat. Hidangan ini seakan menjadi simbol keberanian masyarakat lokal dalam meracik sesuatu yang berbeda namun tetap harmonis.
Pengakuan Resmi sebagai Warisan Daerah
Keunikan dan kelezatan Rujak Soto akhirnya mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah. Pada 24 Maret 2025, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menetapkan Rujak Soto sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) milik masyarakat Banyuwangi.
Pengakuan ini menjadi langkah penting dalam menjaga identitas kuliner daerah agar tidak diklaim oleh pihak lain. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa sejak tahun 2021, Pemkab Banyuwangi telah memfasilitasi pengajuan 220 produk lokal ke Kemenkumham, yang terdiri dari kuliner, kriya, dan merek dagang.
“Kita terus mendorong makanan dan budaya warisan leluhur lainnya untuk dicatatkan sebagai karya dari Banyuwangi,” tegas Ipuk.
Ia menambahkan, pengakuan ini tak hanya soal pengarsipan semata, tapi juga strategi pelestarian identitas lokal, memastikan bahwa cita rasa autentik Banyuwangi tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan adanya status KIK, Rujak Soto bukan lagi sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang dilindungi secara hukum. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banyuwangi.
Resep dan Cara Membuat Rujak Soto
Bagi kamu yang ingin mencoba menghadirkan cita rasa Banyuwangi di rumah, berikut resep lengkapnya.
Bahan-bahan
Bahan Isian Rujak:
- 1 buah tahu putih besar, digoreng lalu dipotong-potong
- 150 gram tempe, goreng dan potong-potong
- 200 gram tauge, direbus sebentar
- 75 gram kangkung, direbus lalu dipotong-potong
- 50 gram mentimun, diiris
- 1 buah lontong atau nasi untuk penyajian
Bumbu Rujak:
- 5 buah cabai merah, goreng sebentar
- 50 gram kacang tanah, goreng hingga matang
- 1 sdt garam
- 3 buah pisang batu, potong-potong
- 5 sdm gula merah
- 3 sdm air asam jawa
- 5 sdm air matang
Kuah Soto:
- 750 gram tulang sapi, direbus hingga empuk, potong-potong
- 200 gram usus sapi, direbus lalu dipotong
- 3 butir telur asin, rebus dan potong-potong
- 1 ruas lengkuas, dimemarkan
- 1 batang serai, dimemarkan
- 5 lembar daun jeruk
- 2 liter air
- 3 sdm minyak untuk menumis
Bumbu Halus Soto:
- 6 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- ½ sdt ketumbar
- 3 cm kunyit, bakar terlebih dahulu
- 2 cm lengkuas
- 1 sdt lada putih bubuk
Cara Membuat
1. Membuat Kuah Soto
Rebus tulang sapi hingga empuk bersama serai, daun jeruk, dan lengkuas. Ambil air rebusan sebagai kaldu. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam kaldu bersama usus sapi dan potongan tulang. Masak hingga matang. Proses ini penting untuk menghasilkan kuah yang kaya rasa dan beraroma rempah kuat.
2. Membuat Bumbu Rujak
Goreng cabai merah dan pisang batu hingga matang. Haluskan bersama kacang tanah goreng, gula merah, garam, dan air asam jawa. Tambahkan air matang hingga menghasilkan saus kental. Tekstur bumbu sebaiknya tidak terlalu encer agar dapat melapisi isian dengan sempurna.
3. Penyajian
Di piring saji, tata tahu goreng, tempe goreng, kangkung, tauge, dan lontong. Siram dengan bumbu rujak terlebih dahulu, kemudian tuangkan kuah soto di atasnya.
Tambahkan telur asin, irisan mentimun, dan kerupuk sebagai pelengkap. Sajikan hangat dan nikmati kelezatan Rujak Soto khas Banyuwangi.
Rujak Soto bukan sekadar makanan, melainkan cerita tentang keberanian rasa dan kekayaan tradisi. Dalam setiap suapan, ada jejak sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat Banyuwangi yang terus hidup dari generasi ke generasi. Jika kamu pencinta kuliner Nusantara, hidangan ini wajib masuk dalam daftar eksplorasi rasa berikutnya.
