Caramakan.com |-Sumbawa merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang kaya akan budaya, tradisi, hingga kuliner khas. Daerah ini bukan hanya dikenal dengan bentang alamnya yang memesona, tetapi juga dengan kehidupan masyarakatnya yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Penduduk asli Sumbawa dikenal sebagai Tau Samawa. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani jagung, padi, serta peternak. Dari aktivitas bertani dan keseharian yang lekat dengan alam inilah lahir berbagai tradisi yang tetap dijaga hingga sekarang. Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan cara hidup yang sederhana namun penuh makna.
Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Mangan Barema. Secara harfiah, Mangan Barema berarti makan bersama. Namun lebih dari itu, tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Tradisi Mangan Barema, Wujud Syukur dan Kebersamaan
Mangan Barema bukan sekadar makan bersama, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat Tau Samawa atas hasil panen dan kebersamaan dalam menjalani aktivitas sosial. Tradisi ini biasanya digelar setelah musim panen atau ketika ada kegiatan sosial tertentu di desa.
Dalam suasana yang hangat dan penuh canda, warga berkumpul membawa hidangan masing-masing. Mereka duduk bersama, berbagi cerita, serta menikmati makanan secara kolektif. Tidak ada sekat status sosial dalam tradisi ini—semua setara dan menyatu dalam kebersamaan.
Hidangan yang disajikan umumnya khas pedesaan. Sederhana dalam tampilan, tetapi kaya rasa dan filosofi. Dari sekian banyak menu, ada satu hidangan yang hampir selalu hadir dan tidak boleh absen, yakni Rambarang.
Rambarang, Hidangan Wajib yang Sarat Makna
Rambarang merupakan kuliner tradisional berkuah santan dengan cita rasa gurih dan pedas. Bahan utamanya adalah ikan asin yang dipadukan dengan rebung. Meski terdengar sederhana, kombinasi tersebut menghasilkan rasa yang kuat dan khas.
Biasanya, Rambarang dinikmati pada siang hari setelah panen. Setelah bekerja keras di ladang, tubuh tentu membutuhkan asupan energi. Kuah santan yang gurih, aroma rempah yang harum, serta sensasi asin dari ikan membuat hidangan ini terasa begitu pas disantap bersama nasi hangat.
Lebih dari sekadar makanan, Rambarang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sumbawa. Bahan-bahannya berasal dari alam sekitar dan mudah didapatkan. Rebung dari hutan, ikan asin hasil olahan tangkapan laut, serta rempah-rempah tradisional menjadi bukti kedekatan masyarakat dengan lingkungan.
Rasa Rambarang yang gurih, pedas, dan sedikit asin seakan menggambarkan karakter masyarakat Sumbawa yang tegas namun hangat. Tidak heran jika hidangan ini selalu menjadi menu utama dalam Mangan Barema.
Resep Rambarang Khas Sumbawa
Bagi yang penasaran ingin mencoba cita rasa autentik Sumbawa, berikut resep tradisional Rambarang yang biasa disajikan dalam tradisi Mangan Barema.
Bahan-bahan:
- Rebung yang sudah direbus secukupnya
- 2 potong ikan asin dari ikan kerapu (jika tidak ada, bisa menggunakan ikan asin jenis apapun)
- 1 liter santan kelapa
- 2 batang serai yang sudah digeprek
- 2 lembar daun jeruk
- Bawang goreng
- 1 sdm gula pasir
- Garam dan kaldu bubuk sesuai selera
- Minyak untuk menumis bumbu
Bumbu yang dihaluskan:
- 3 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 2 butir kemiri
- 2 buah cabe merah besar
- 1 ruas jari kunyit
- 1 ruas jari lengkuas
- 1 sdm merica
Cara Memasak:
- Bersihkan dan rebus sebentar ikan asin. Setelah itu goreng hingga kering.
- Setelah ikan asin disisihkan, gunakan minyak bekasnya untuk menumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk. Aduk hingga harum dan tidak langu.
- Kemudian masukan santan cair, aduk hingga mendidih dan pastikan santan tidak pecah.
- Setelah itu, masukan rebung yang sudah direbus, masak hingga mendidih.
- Masukan ikan asin, gula pasir, dan garam serta kaldu bubuk sesuai selera. Aduk hingga bumbunya meresap dan kuah santan sedikit surut.
- Jangan lupa untuk menaburkan bawang goreng dan Rambarang siap untuk disajikan dengan nasi hangat.
Itu dia resep untuk membuat makanan Rambarang khas Sumbawa. Semoga bermanfaat.
Lebih dari Sekadar Hidangan
Di balik kelezatan Rambarang dan hangatnya Mangan Barema, tersimpan nilai sosial yang mendalam. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi, bersyukur, dan menjaga hubungan antarwarga. Dalam era modern yang serba cepat, tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekayaan yang tak ternilai.
Sumbawa membuktikan bahwa identitas budaya tidak hanya hidup dalam upacara adat, tetapi juga dalam sepiring makanan. Mangan Barema dan Rambarang adalah dua contoh nyata bagaimana tradisi dan kuliner berjalan beriringan, menjaga warisan leluhur tetap relevan hingga hari ini.
Melalui tradisi dan cita rasa khasnya, Sumbawa terus bercerita—tentang tanah yang subur, laut yang kaya, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai syukur dan persaudaraan.
