Caramakan.com|-Menjelang penghujung Ramadan 2026, kawasan Wisata Religi Sunan Ampel di Surabaya kembali dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Area yang dikenal sebagai salah satu pusat ziarah penting di Jawa Timur ini tidak hanya ramai oleh peziarah yang datang untuk beribadah, tetapi juga oleh wisatawan yang ingin menikmati ragam kuliner khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kawasan Ampel memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain dikenal sebagai destinasi wisata religi yang memiliki nilai sejarah kuat, wilayah ini juga berkembang menjadi pusat kuliner dengan cita rasa unik. Pengaruh budaya Arab yang kuat di kawasan tersebut turut menghadirkan berbagai hidangan bercita rasa Timur Tengah yang berpadu dengan kuliner lokal khas Surabaya.
Di sepanjang gang dan jalan kecil sekitar Masjid Ampel, pengunjung dapat dengan mudah menemukan berbagai penjual makanan. Mulai dari restoran dengan menu khas Timur Tengah, hingga pedagang kaki lima yang menawarkan camilan tradisional. Suasana semakin hidup menjelang waktu berbuka puasa, ketika aroma rempah-rempah dari berbagai hidangan mulai tercium di sepanjang jalan.
Bagi para pengunjung yang datang ke kawasan ini, berburu kuliner seakan menjadi agenda wajib selain berziarah. Ada banyak pilihan hidangan yang bisa dicicipi, mulai dari makanan berat hingga camilan yang cocok dinikmati sambil berjalan menyusuri kawasan Ampel.
Berikut beberapa rekomendasi kuliner yang patut dicoba saat berkunjung ke kawasan wisata religi Ampel.
1. Aneka Nasi Khas Timur Tengah
Salah satu kuliner yang paling mudah ditemukan di kawasan Ampel adalah hidangan nasi khas Timur Tengah. Banyak restoran maupun kedai yang menawarkan menu ini dengan berbagai pilihan lauk dan variasi bumbu rempah.
Menu yang paling populer tentu saja nasi kebuli. Namun selain itu, pengunjung juga dapat mencoba berbagai hidangan lain seperti nasi mandhi, nasi kabsah, hingga nasi bukhari yang memiliki karakter rasa berbeda.
Hidayat, salah satu pegawai restoran nasi khas Timur Tengah di Ampel, menjelaskan bahwa perbedaan dari keempat menu tersebut terletak pada komposisi dan karakter rempah yang digunakan dalam proses memasaknya.
Menurutnya, nasi kebuli memiliki rasa rempah yang sedang dengan aroma yang cenderung segar. Sementara itu, nasi kabsah dikenal memiliki bumbu yang lebih kuat dan sedikit pedas dibandingkan menu lainnya.
Sedangkan nasi bukhari memiliki cita rasa yang lebih ringan sehingga cocok untuk berbagai kalangan usia. Rasa rempahnya tidak terlalu tajam, membuat menu ini lebih mudah diterima oleh lidah banyak orang.
“Jadi untuk anak-anak sama lansia saya rekomendasikan nasi bukhari,” katanya kepada suarasurabaya.net, Selasa (10/3/2026).
Hidangan nasi tersebut biasanya disajikan bersama berbagai pilihan lauk yang menggugah selera. Pengunjung dapat memilih ayam goreng berbumbu, ayam oven yang dipanggang selama sekitar satu setengah jam, kambing oven yang diolah secara khusus agar tidak berbau menyengat, hingga olahan daging sapi yang dimasak dengan bumbu menyerupai rendang namun dengan potongan lebih kecil.
Perpaduan nasi berbumbu rempah dan lauk yang kaya rasa menjadikan hidangan ini sebagai salah satu menu favorit para pengunjung di kawasan Ampel, terutama saat waktu berbuka puasa.
2. Sate Karak
Selain hidangan Timur Tengah, kawasan Ampel juga memiliki kuliner legendaris yang menjadi ciri khas daerah tersebut, yaitu sate karak. Menu ini memiliki bentuk yang mirip dengan sate pada umumnya, namun dengan bahan dan cara penyajian yang berbeda.
Sate karak disajikan menggunakan nasi ketan merah sebagai pengganti lontong. Nasi ketan tersebut kemudian dipadukan dengan koya kedelai serta parutan kelapa yang menambah tekstur gurih pada hidangan.
Tusuk sate yang digunakan biasanya berisi usus sapi yang telah diolah dengan bumbu khas. Kombinasi bahan tersebut menciptakan cita rasa unik yang jarang ditemui pada jenis sate lainnya.
Di kawasan Ampel, warung yang menjual sate karak umumnya juga menawarkan sate ayam dan sate daging sebagai pilihan tambahan. Untuk sate ayam dan sate daging, satu porsi biasanya berisi lima tusuk sate, sementara sate karak berisi empat tusuk sate.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Satu porsi sate karak dibanderol sekitar Rp15.000, sehingga cukup ramah di kantong bagi para pengunjung yang ingin mencicipi kuliner khas daerah ini.
Elis, salah satu penjual sate karak di kawasan Ampel, mengatakan bahwa hidangan tersebut memang menjadi kuliner khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Asli Ampel, mbak. Nggak ada lagi selain di Ampel meskipun sama-sama Surabaya,” ujar Elis, salah satu penjual sate karak di kawasan Ampel.
Selama bulan Ramadan, warung sate ini biasanya mulai buka sekitar pukul 16.00 hingga menjelang tengah malam. Waktu tersebut dipilih karena banyak pengunjung yang datang untuk mencari makanan berbuka puasa.
3. Samosa
Setelah menikmati hidangan utama, pengunjung juga dapat mencoba berbagai camilan khas yang banyak dijual di kawasan Ampel. Salah satu yang cukup populer adalah samosa.
Camilan yang berasal dari Timur Tengah ini memiliki bentuk segitiga dengan kulit yang renyah dan isian yang gurih. Biasanya, samosa diisi dengan campuran sayuran, kentang, atau daging yang dibumbui rempah khas.
Di kawasan Ampel, samosa umumnya dijual dalam porsi besar. Satu porsi biasanya berisi sepuluh potong samosa yang bisa dinikmati bersama teman atau keluarga.
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per porsi. Pengunjung dapat menikmatinya langsung di lokasi atau membawanya pulang sebagai oleh-oleh.
Selain samosa, berbagai camilan lain juga bisa ditemukan dengan mudah di kawasan ini. Mulai dari roti canai yang disajikan dengan kuah kari, hingga risol matcha yang menawarkan sentuhan rasa modern.
Keberagaman kuliner tersebut membuat kawasan Ampel tidak hanya menarik sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga sebagai tempat berburu makanan dengan cita rasa yang beragam.
Perpaduan budaya lokal dan pengaruh Timur Tengah menciptakan pengalaman kuliner yang unik bagi setiap pengunjung. Tak heran jika setiap Ramadan, kawasan Ampel selalu ramai oleh orang-orang yang ingin merasakan atmosfer religi sekaligus menikmati hidangan khas yang menggugah selera.
