Caramakan.com |-Di tengah maraknya tren kuliner modern dan hidangan viral di media sosial, sajian rumahan justru kembali mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu menu yang kini banyak dibicarakan adalah tumis pakis tempe.
Fenomena ini menarik. Saat berbagai makanan kekinian berlomba tampil unik dan estetik, masyarakat justru kembali melirik menu sederhana yang akrab dengan dapur rumah. Tumis pakis tempe menjadi salah satu contoh bagaimana cita rasa tradisional tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Perpaduan sederhana antara sayur pakis yang segar dengan tempe yang gurih ini menghadirkan cita rasa khas Nusantara yang sulit ditandingi.
Tumis pakis tempe bukanlah menu baru. Hidangan ini telah lama dikenal di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang dekat dengan hutan atau perbukitan tempat pakis tumbuh subur.
Di kampung-kampung, pakis sering dipetik langsung dari alam. Tanaman ini tumbuh liar di daerah lembap dan sejuk, menjadikannya bahan pangan yang mudah didapat tanpa perlu budidaya intensif. Tidak heran jika masyarakat desa sudah lama mengolahnya menjadi aneka masakan, mulai dari sayur bening hingga tumisan sederhana.
Namun belakangan, menu ini kembali populer seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sehat, alami, dan berbasis nabati.
Kesadaran akan pola makan sehat memang semakin meningkat. Banyak orang mulai mengurangi konsumsi makanan olahan dan beralih ke bahan-bahan segar yang minim proses. Dalam konteks ini, tumis pakis tempe menjadi pilihan ideal: sederhana, alami, dan kaya nutrisi.
Pakis, atau sering juga disebut daun paku, merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di daerah lembap.
Meski terlihat sederhana, pakis menyimpan beragam kandungan nutrisi. Sayuran ini diketahui kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, serta zat besi yang baik untuk tubuh.
Teksturnya yang renyah dan rasanya yang sedikit segar membuat pakis cocok diolah menjadi berbagai hidangan, terutama tumisan. Ketika dimasak dengan tepat, pakis tetap mempertahankan warna hijau cerahnya dan memberikan sensasi kriuk lembut saat digigit.
Sementara itu, tempe sebagai pasangan pakis dalam menu ini merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang telah mendunia.
Produk fermentasi kedelai ini dikenal sebagai sumber protein nabati yang tinggi, serta mengandung probiotik alami yang baik untuk pencernaan. Kombinasi pakis dan tempe menjadikan hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga bernutrisi seimbang.
Perpaduan keduanya menciptakan harmoni rasa dan tekstur: pakis yang segar berpadu dengan tempe yang gurih dan padat. Ini adalah contoh sederhana bagaimana bahan lokal bisa saling melengkapi secara alami.
Tumis pakis tempe biasanya diolah dengan bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit terasi. Beberapa variasi menambahkan saus tiram atau kecap manis untuk memperkaya rasa.
Proses memasaknya pun relatif cepat, sehingga kesegaran pakis tetap terjaga dan tempe tidak terlalu kering.
Aroma bawang yang ditumis bersama cabai menciptakan wangi khas dapur rumahan. Saat pakis dimasukkan ke dalam wajan panas, warna hijau cerahnya kontras dengan potongan tempe keemasan. Tak heran jika hidangan ini kerap menjadi menu andalan di meja makan keluarga.
Menurut sejumlah pelaku usaha kuliner, permintaan terhadap menu berbahan sayuran lokal seperti pakis mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Banyak restoran yang mulai memasukkan tumis pakis tempe ke dalam daftar menu, terutama restoran yang mengusung konsep makanan tradisional atau plant-based.
Menariknya, tren konsumsi tumis pakis tempe juga merambah kalangan generasi muda.
Melalui media sosial, sejumlah kreator konten kuliner membagikan resep dan cara memasak tumis pakis tempe dengan tampilan yang lebih modern. Ada yang menyajikannya dengan plating minimalis, ada pula yang memadukannya dengan nasi merah atau nasi liwet untuk sentuhan kekinian.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi makanan di kalangan anak muda. Jika sebelumnya makanan cepat saji dan olahan instan lebih dominan, kini banyak yang mulai sadar pentingnya asupan sehat dan kembali melirik masakan tradisional.
Selain berdampak pada tren kuliner, meningkatnya popularitas tumis pakis tempe juga membawa angin segar bagi petani dan perajin tempe lokal.
Permintaan pakis segar di pasar tradisional dilaporkan naik, terutama di daerah-daerah pegunungan. Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan yang selama ini memanfaatkan pakis sebagai komoditas tambahan.
Di sisi lain, perajin tempe skala rumahan turut merasakan dampaknya. Tempe yang digunakan dalam tumis biasanya dipotong dadu atau diiris tipis, lalu digoreng setengah matang sebelum dicampur dengan pakis. Kualitas tempe yang baik sangat menentukan hasil akhir masakan, sehingga konsumen pun semakin selektif dalam memilih produk.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba memasak tumis pakis tempe di rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pilih pakis yang masih muda agar teksturnya empuk dan tidak alot. Cuci bersih pakis untuk menghilangkan sisa tanah atau kotoran.
Kedua, goreng tempe hingga setengah kering agar tidak mudah hancur saat ditumis bersama pakis.
Ketiga, jangan memasak pakis terlalu lama karena dapat membuat warnanya kusam dan teksturnya lembek. Cukup tumis selama beberapa menit hingga layu namun tetap renyah.
Penambahan sedikit air atau kaldu sayur dapat membantu bumbu meresap sempurna. Bagi penyuka rasa pedas, irisan cabai rawit bisa menjadi pelengkap yang pas.
Popularitas tumis pakis tempe menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak pernah habis untuk digali.
Di tengah gempuran makanan impor dan tren global, masyarakat tetap memiliki ketertarikan kuat pada cita rasa lokal yang autentik. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga cerminan gaya hidup yang lebih sederhana dan sehat.
Dengan bahan yang mudah didapat serta cara memasak yang praktis, tumis pakis tempe menjadi simbol bahwa makanan lezat tidak selalu harus mahal atau rumit.
Ke depan, pelaku industri kuliner diharapkan terus mengangkat potensi bahan-bahan lokal seperti pakis dan tempe ke panggung yang lebih luas. Dengan inovasi yang tepat tanpa meninggalkan cita rasa asli, bukan tidak mungkin tumis pakis tempe akan semakin dikenal, bahkan hingga mancanegara.
Di meja makan keluarga Indonesia, tumis pakis tempe mungkin tampak biasa. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan cerita tentang tradisi, kesehatan, dan kebanggaan akan hasil bumi sendiri.
