Cara Makan | Kalau membicarakan soal perjalanan ke Tiongkok, kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou mungkin lebih dulu terlintas. Tempat-tempat tersebut memang punya banyak destinasi menarik, tetapi perjalanan ke Tiongkok sebenarnya tidak harus selalu berpusat di kota besar.
Padahal, di bagian selatan ada banyak daerah dengan suasana yang berbeda. Kamu bisa menemukan desa tua, bangunan bersejarah, kawasan alam, sampai pantai yang mungkin belum terlalu sering masuk ke daftar perjalanan wisatawan Indonesia.
Bagi kamu yang ingin mencoba rute yang berbeda, wisata ke wilayah China Selatan bisa menjadi pilihan yang menarik. Lima destinasi berikut mungkin belum sepopuler tempat wisata lainnya, tetapi masing-masing punya daya tarik yang membuatnya layak dimasukkan ke dalam rencana perjalanan.
Zhaoqing, Guangdong
Zhaoqing berada di bagian barat Guangdong dan dikenal dengan kawasan Seven Star Crags atau Qixingyan. Kawasan ini memiliki danau yang cukup luas dengan gugusan bukit batu kapur yang berdiri di beberapa bagian area.
Pemandangan seperti ini cukup berbeda dari suasana kota besar di Guangdong. Kamu bisa berjalan di area taman, duduk di tepi danau, atau menggunakan perahu untuk melihat kawasan batu kapur dari dekat. Ada juga beberapa jalur yang bisa digunakan untuk berkeliling dengan santai.
Selain pemandangan alam, Zhaoqing juga memiliki beberapa tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Jadi, perjalanan ke kota ini tidak hanya diisi dengan kegiatan di luar ruangan, tetapi juga bisa diselingi dengan kunjungan ke tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah lokal.
Kalau ingin memasukkan wisata China Selatan ke dalam rencana perjalanan tanpa menghabiskan waktu di kawasan yang terlalu ramai, Zhaoqing bisa menjadi salah satu pilihan. Kota ini juga cocok bagi kamu yang ingin mengambil foto dengan suasana yang berbeda dari kawasan perkotaan.
Kaiping Diaolou, Guangdong

Kaiping memiliki daya tarik yang cukup unik karena adanya Diaolou, yaitu bangunan menara yang banyak ditemukan di kawasan pedesaan. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus perlindungan bagi masyarakat setempat.
Bentuk Diaolou juga tidak seperti rumah tradisional Tiongkok yang biasanya ditemukan di kawasan wisata. Bangunannya memperlihatkan perpaduan unsur arsitektur Tiongkok dengan pengaruh dari berbagai negara lain. Hal tersebut berkaitan dengan masyarakat Kaiping yang banyak bermigrasi ke luar negeri dan kemudian membawa pengaruh budaya tersebut ketika kembali ke daerah asal.
Beberapa desa seperti Zili Village dan Majianglong Village menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Di sekitarnya masih terdapat persawahan dan permukiman, sehingga kamu bisa melihat bangunan-bangunan Diaolou dalam suasana pedesaan, bukan hanya sebagai objek wisata yang berdiri sendiri.
Kaiping Diaolou juga telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bagi kamu yang suka sejarah, arsitektur, atau fotografi, kawasan ini bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan wisata China Selatan.
Desa Air Fengjian, Shunde
Setelah melihat bangunan menara di Kaiping, kamu bisa beralih ke suasana yang berbeda di Desa Air Fengjian. Desa ini berada di Shunde, wilayah yang dikenal dengan jaringan sungai dan kanal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Fengjian memiliki rumah-rumah tradisional, jembatan batu, serta jalur air yang melewati permukiman. Beberapa bagian desa juga masih digunakan oleh warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga kawasan ini tidak hanya terasa seperti tempat wisata.
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah naik perahu melewati kanal. Dari atas perahu, kamu dapat melihat rumah-rumah di sepanjang sungai dan jembatan yang menghubungkan satu bagian desa dengan bagian lainnya.
Kalau tidak ingin naik perahu, berjalan kaki juga bisa menjadi pilihan. Justru dengan berjalan, kamu bisa lebih leluasa melihat toko kecil, rumah warga, dan berbagai sudut desa yang mungkin terlewat jika hanya berkeliling dengan kendaraan.
Fengjian cocok untuk kamu yang ingin melihat kehidupan di desa air sekaligus mencari suasana yang lebih santai. Destinasi ini juga bisa menjadi alternatif wisata di China Selatan kalau kamu ingin mengunjungi tempat yang tidak terlalu identik dengan gedung-gedung modern.
Pulau Hailing, Yangjiang
Tidak semua perjalanan ke China Selatan harus diisi dengan bangunan tua atau tempat bersejarah. Kalau ingin memasukkan pantai ke dalam rencana liburan, Pulau Hailing di Yangjiang bisa menjadi pilihan.
Pulau ini dikenal dengan pantainya yang panjang, termasuk Hailing Island Golden Beach. Area pantainya cukup luas sehingga pengunjung bisa berjalan di tepi laut, duduk menikmati pemandangan, atau mencoba berbagai aktivitas air yang tersedia.
Waktu kunjungan juga bisa disesuaikan dengan kegiatan yang ingin dilakukan. Pagi hari cocok untuk berjalan atau menikmati udara pantai, sedangkan sore hari bisa digunakan untuk bersantai sambil melihat perubahan suasana menjelang matahari terbenam.
Di sekitar pulau juga terdapat berbagai pilihan makanan, terutama hidangan laut. Jadi, setelah menghabiskan waktu di pantai, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan mencoba makanan yang tersedia di kawasan sekitar.
Bagi kamu yang ingin mencari wisata di China Selatan dengan suasana pantai, Pulau Hailing bisa menjadi pilihan yang cukup berbeda. Destinasi ini juga bisa dipertimbangkan kalau kamu ingin menggabungkan wisata alam dengan perjalanan kuliner.
Kota Kuno Huangyao, Guangxi
Berbeda dari empat destinasi sebelumnya, Huangyao menawarkan suasana kota lama dengan jalan batu dan bangunan tradisional yang masih dipertahankan. Kota kuno ini berada di Guangxi dan sudah memiliki sejarah panjang yang membuat kawasan tersebut menarik untuk dijelajahi.
Saat berada di Huangyao, kamu akan menemukan rumah-rumah tradisional, jembatan batu, kuil, serta jalan sempit yang menghubungkan berbagai bagian kota. Beberapa bangunan juga masih digunakan oleh masyarakat sehingga aktivitas sehari-hari tetap menjadi bagian dari suasana kawasan.
Kamu bisa berjalan kaki mengelilingi kota sambil melihat bangunan lama atau mampir ke toko dan tempat makan yang ada di sepanjang jalan. Tidak perlu terburu-buru karena daya tarik Huangyao justru banyak ditemukan pada detail-detail kecil di sekitarnya.
Kota ini juga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menyukai fotografi. Bentuk bangunan, jalan batu, dan jembatan tua memberikan banyak objek yang bisa dipotret tanpa harus mencari spot khusus.
Kalau ingin mencoba wisata China Selatan dari sisi sejarah dan kehidupan kota lama, Huangyao bisa masuk ke daftar perjalanan. Suasananya juga cukup berbeda dari kawasan wisata modern yang lebih sering dikenal wisatawan.
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan
Karena beberapa destinasi di atas berada di luar kota besar, perjalanan perlu dipersiapkan sedikit lebih matang. Jarak dan pilihan transportasi antarkawasan bisa berbeda, jadi sebaiknya cek rute sebelum berangkat.
Ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu siapkan:
? Periksa rute dan jadwal transportasi menuju setiap destinasi
? Gunakan alas kaki yang nyaman karena beberapa kawasan lebih mudah dijelajahi dengan berjalan kaki
? Siapkan aplikasi penerjemah untuk membantu komunikasi
? Pastikan metode pembayaran yang digunakan bisa dipakai selama perjalanan
? Cek kondisi cuaca sebelum menentukan aktivitas luar ruangan
? Beri waktu lebih untuk perjalanan antarkota agar jadwal tidak terlalu padat
Persiapan seperti ini akan membuat perjalanan wisata China Selatan lebih mudah diatur, terutama jika kamu ingin mengunjungi beberapa daerah sekaligus.
Saatnya Melihat Sisi Lain China Selatan
Dari Zhaoqing yang dikelilingi danau dan bukit batu kapur hingga Huangyao dengan kawasan kota lamanya, lima destinasi tadi menunjukkan bahwa perjalanan ke China Selatan tidak harus selalu tentang tempat wisata yang sudah sangat populer. Masing-masing tempat punya suasana yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan minat perjalananmu.
Kamu bisa memilih Zhaoqing atau Pulau Hailing kalau lebih suka wisata alam, sementara Kaiping dan Huangyao cocok untuk kamu yang tertarik dengan sejarah serta bangunan lama. Kalau ingin melihat kehidupan masyarakat di kawasan Desa Air, Fengjian juga bisa menjadi pilihan.
Pilihan rute seperti ini membuat wisata China Selatan terasa lebih fleksibel. Tidak perlu memaksakan semua destinasi masuk dalam satu perjalanan, cukup pilih beberapa tempat yang lokasinya paling sesuai dengan waktu dan rute yang kamu punya.
Untuk memulai perjalanan dari Indonesia, Guangzhou bisa menjadi salah satu titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Guangdong dan sekitarnya. Setelah menentukan rute, kamu bisa mulai menyesuaikan jadwal penerbangan dengan mencari pesawat Jakarta Guangzhou sesuai waktu liburan.
Jadi, kalau selama ini perjalanan ke Tiongkok hanya identik dengan kota-kota besar, mungkin sudah waktunya mencoba rute yang sedikit berbeda. Siapa tahu, destinasi yang belum terlalu ramai justru menjadi bagian yang paling kamu ingat dari perjalanan.
