Caramakan.com – Berkunjung ke Madiun tidak sekadar tentang perjalanan singkat atau singgah sejenak di kota persimpangan jalur Jawa Timur. Lebih dari itu, Madiun menyimpan cerita panjang yang hidup dalam aroma dapur, bunyi sendok yang beradu dengan piring, serta cita rasa yang diwariskan lintas generasi. Di kota ini, kuliner bukan sekadar pengisi perut, melainkan penanda sejarah, identitas, dan memori kolektif warganya.
Di antara deretan tempat makan modern yang terus bermunculan, Madiun tetap setia menjaga warung-warung legendaris yang telah berdiri puluhan bahkan lebih dari setengah abad. Warung-warung ini tidak hanya bertahan, tetapi terus menjadi tujuan utama para pencinta kuliner. Dari nasi pecel yang menjadi ikon kota, soto dengan kuah yang kaya rempah, hingga minuman tradisional yang menyegarkan, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang autentik dan tak lekang oleh waktu.
Berikut adalah tujuh kuliner legendaris di Madiun yang bukan hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan kisah panjang di balik setiap suapannya.
Nasi Pecel 99 Madiun, Rasa yang Konsisten Sejak 1987
Nama Nasi Pecel 99 Madiun sudah lama melekat di benak masyarakat. Berdiri sejak 1987, warung ini menjadi saksi bagaimana nasi pecel sederhana mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Racikan sambal kacangnya dikenal kental, gurih, dengan sentuhan pedas yang pas di lidah.
Popularitasnya bahkan membuat warung ini pernah disinggahi Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Selain nasi pecel, pengunjung juga bisa menikmati nasi rawon, nasi bali, hingga garang asem. Dengan harga mulai Rp9 ribu, Nasi Pecel 99 menjadi bukti bahwa kelezatan tidak selalu harus mahal.
Soto Ayam Kondang, Hangatnya Tradisi Sejak 1942
Jika pagi Madiun terasa dingin, semangkuk soto panas adalah jawaban paling tepat. Soto Ayam Kondang telah berdiri sejak 1942 dan tetap mempertahankan cita rasa klasiknya hingga kini.
Kuah soto yang bening namun kaya rempah disajikan dengan potongan ayam, telur, dan taburan bawang goreng. Porsinya terkenal besar, cukup untuk mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Dengan harga sekitar Rp20 ribu, Soto Ayam Kondang menjadi langganan warga lokal maupun pendatang.
Dawet Suronatan, Manisnya Kenangan di Tengah Kota
Di tengah teriknya siang hari, segelas Dawet Suronatan terasa seperti oase. Sejak 1962, dawet ini dikenal dengan isian lengkap: ketan hitam, tapai singkong, dawet, bubur sumsum, dan siraman gula jawa yang legit.
Rasanya manis, lembut, dan menyegarkan. Berlokasi dekat Alun-alun Madiun, tempat ini juga menyediakan menu berat seperti rawon, bakso, dan gado-gado. Dengan harga sekitar Rp10 ribu, Dawet Suronatan menjadi favorit lintas generasi.
Gado-Gado & Tahu Campur Pak Tomo, Harmoni Manis dan Gurih
Sejak 1984, Gado-Gado & Tahu Campur Pak Tomo dikenal dengan cita rasa kuahnya yang khas. Tahu campurnya memadukan kaldu gurih dengan petis yang kuat, menghasilkan rasa yang kaya dan membekas.
Gado-gadonya pun tak kalah istimewa, dengan saus kacang yang lembut dan isian sayur segar. Meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding warung lain, kualitas rasa dan porsinya sebanding dengan apa yang didapatkan.
Nasi Pecel Pojok Madiun, Ikon Sejak 1967
Madiun memang identik dengan nasi pecel, dan Nasi Pecel Pojok Madiun adalah salah satu buktinya. Berdiri sejak 1967, warung ini terkenal dengan harga yang sangat ramah di kantong dan pilihan menu sederhana namun memuaskan.
Selain nasi pecel, tersedia nasi rawon dan nasi bali. Aneka lauk seperti telur, lele, dan jeroan bisa dipilih sesuai selera. Tempat ini kerap ramai, terutama menjelang malam.
Soto Kutilang Bu Topo, Setengah Abad Lebih Menggoda Selera
Berdiri sejak 1949, Soto Kutilang Bu Topo menjadi saksi perjalanan panjang kuliner soto di kota ini. Meski namanya soto kutilang, menu yang disajikan adalah soto ayam dan soto daging.
Keistimewaannya terletak pada pilihan lauk yang melimpah, mulai dari empal, babat, usus, hingga perkedel kentang. Kuahnya gurih, aromanya kuat, dan porsinya mengenyangkan.
Warung Nasi Pecel Yu Gembrot, Warisan Rasa Sejak 1942
Menutup perjalanan kuliner di Madiun, Warung Nasi Pecel Yu Gembrot menawarkan pengalaman rasa yang autentik. Berdiri sejak 1942, warung ini dikenal dengan pilihan lauk pecel yang beragam, mulai dari empal, lidah, limpa, hingga paru.
Selain pecel, rawon dan tetelan juga menjadi favorit. Dengan harga nasi pecel sekitar Rp9 ribu, Yu Gembrot membuktikan bahwa kuliner legendaris tetap bisa dinikmati semua kalangan.
